KURA KURA mungkin “musuh” bersama kita yang pertama, saat masih abu abu putih kala itu hehe. Darah muda yang tidak mau lagi kalah dengan mereka, tapi justru itu spirit yang membuata kita menjadi SiIPUT. Lahir dalam spirit perlawanan dan persaingan, atau jujur dikata mereka salah satu inspirasi rule model dalam mencari jatidiri kita mungkin. Tapi cuma karena pengen lebih lambat dari mereka ya SiIPUT terbentuk. Ah absurd lucu rasanya kalau dilihat lagi. Emosi muda yang menggelora,..akhirnya SiIPUT was born.
Kadang kala, adanya musuh bersama itu yang membuat kita kompak, selanjutnya eksistensi taji kita yang diuji. Dan itu saya rasakan sampai sekarang…kebersamaan kita walo jarak fisik terbentang. Jikalau kang Muji tak menunujuk kura kura sebagai mentor kita angktan 2002, mungkin SiIPUT tak pernah ada. SiIPUT tak pernah ikut berperan. Tantangan2 dari mereka diberikan pada kita, tak biasa rasanya untuk anak SMA kala itu…permataba ada, main tali rutin, penghijauan dPajangan, puncaknya Kemah Bhakti 2002 jadi pembuktian...8 tahun bertahan di Wanagama III (katanya) pindah ke Kali Adem dan sempat mau ke mBeji hahah. Sweet memory Kali Adem yang sekarang sudah terkubur rata muntahan Merapi. Kapan2 bareng2 kita tengok guys??
Sebenarnya Tribute to SiIPUT ini..tulisan yang lama pengen aku tulis. Tapi lama tidak ter realisasikan karena bingung mau memulai dari mana episode ini. Terlalu banyak cerita yang terjalani, sekian banyak kenangan bareng kalian, mungkin juga tak cukup bisa tertuang dalam tulisan amatiranku. Aku hanya ingin berbagi saja. Aku punya cerita, kalian pasti juga ada kenangannya. Sekin lama ide ini pun mandeg. Akhirnya Rumah SiIPUT group facebook pun mengawali dan lebih dahulu ada dari rencana tulisan ini. Mengobati kerinduan berkumpul lagi, walo hanya di dunia maya, sebelum kangen terobati kita kumpul keluar masuk hutan cari bekicot lagi wkwwk…ah kalian memang special. Ide nama Rumah SiIput pun tak catut dari blognya bulik Ana yang sudah ditutup multiplay xixix.. Ngapunten bulik hehe
Apa kabar kalian ??
Masih ingatkan kita. Ketika ditanya kangYofri “Mau apa kalian ke sini ??”. Jawaban lucu nan lugu meluncur dari mulut sexy kita di tengah candradimuka itu…wkwkw. Berguna bagi nusa dan bangsa kesimpulannya..itu saja masih ditanya “Apa??” hfff. Dan benar, malam itu menjadi awal candradimuka kita sesungguhnya, awal terwarnai kita menjadi lebih baik yang aku rasakan. Diakui ato tidak..kangMuji berperan memberi tonggak itu pada kita. Semoga amal kebaikannya diterima Allah…smoga langkah kebaikan kita menjadi jariah untuknya. Amiin YaRobb
Sekarang rasannya sekian tahun kami tak berkumpul bersama setelah lulus SMA. Terakhir teringat saat Prast mendahului kami untuk menggenapkan diennya. Itupun tidak sepenuhnya lengkap.. tapi pertemuan itu tetep istimewa bagiku. Atau acara touring motoran tilek sedulur Solo dan ke kebun teh pun tak lengkap semua , acara yang awalnya digagas Sigit dan Ahmad ( yang punya selipan misi khusus hahah..piss bro) akhirnya ngajak bolo bolo yang lain juga jadi tambah seru akhirnya. Tapi yang bener bener lengkap dan plus mungkin acara syukuran Februari waktu kelas tiga, itu juga masih putih abu abu ya. Acara anak Februari di Kali Kuning.. Ikarini, Tika, Ana, Nana, Sigit dan Saya, plus Prast. Ah ini bener kurasakan sebuah keluarga, dimana kita dahulu tumbuh bersama mengawali ukiran sejarah kita..
Hendriyanto, sang bapak Koordinasi :-) sekarang membuktikan diri dan menjawab pertanyaan kang Yofri berguna dan mengabdi bagi nusa dan bangsa hehe…di perpustakaan Bung Karno blitar. Lulus cumlaude mungkin bahasanya karena ini tak diragukan kepramukaannya sampai sekarang. Kang Muji pasti bangga kalo masih sugeng pastinya..siiph bro smangadht. Asal ojo telat buka perpusnya hahaha..
Tika, Nana dan Sri (mungkin)…bu guru bagi tunas tunas bangsa meneruskan perjuangan kang Muji yang juga seorang guru. Dedikasi kangMuji, metode ajarnya memang teladan kita untuk mendidk yang tak sekedar transfer knowledge. Sebelum metode active learning ato quantum teaching popular, beliau dah praktek langsung mengajarkan skill dan karakter pada kita. Semua terasa touching banget yang aku rasakan.
Bro Sigit sekarang nun jauh disana mengabdi bukan pada negeri, tapi Negara :). Berjuang “menjadikan hidup yang lebih baik” untuk tiap warga negaranya. Menerangi setiap penjuru negeri. Titip salam untuk tiap penjuru negeri ini bro, ah kau tau cita2ku dulu hiks.. Sekarang aku masih di Jawa menjadi ‘tukang kebun’ negeri ini :). Banyak kisah yang kita lalui bersama bro dengan SiIPUT, makasih untuk setiap kesabaran dan sharingnya. Vespa birumu menjadi saksi heroiknya kita bersama SiIPUT… Saiki nandi bro??
BulikAna, Dwi, Wuri, Prima, Ari (ada yang lain ga ya??)…memuliakan dirinya mendidik SiIPUT junior sang penerus kita yang ku tahu. Pekerjaan yang tak ternilai materi, tak hanya bernilai dunia, tapi untuk akherat yang mulia. Angkat topi untuk kalian..itu tugas yang HEBAT. Ikarini dan Pipit.. Ah ini akademisi teladan dari SiIPUT, yang tak terbantah sejjak SMU. Pipit setahuku melanjutkan S2nya di Universitasnya dulu UNS. Ikarini melancong ke Australia mengejar M.Psi mungkin hehehe..
Dina dan Roni sekarang di mana… Kabar Dina terakhir yang kuterima dari BulikAna merawat kelahiran Arka juniornya di RS PKU Muhammadiyah Bantul, berarti masih di Djogja tercinta. Kalau drh Roni Cahya Purnama mengabdi untuk negeri Boyolali, sebagai dokter hewan merawat Boyo boyo disana mungkin heheeh… Retno setelah menikah tidak tahu dimana posisinya..di Cibinong ato kembali ke Kalimantan menekuni pertambangan. Kalo betah di Kalimantan mungkin karena ada pasangan sejak SMAnya..Tarzan hehehe. Pisss…
Terakhir Pasangan ini juga tak kalah heroik yaitu Prast dan Ahmad. Ini laksana Tom and Jerry sejak SMU…hahaha. Duel candradimuka juga partneran, berguru Thaiboxing di padepokan Totox juga berdua, naik gunung juga berdua, leklekan wayangan mancing juga berdua, panjat tebing juga nekat berdua…dlll dach. Semua diBantul menjaga kota tercinta. Prast sempat menjadi Bang Itung di Maluku sono ya…pulang untuk keluarga. Nice bro J
Supomo, Herly dan beberapa yang lain yang aku lupa namanya hee, aku tak tahu rimbanya kawan. Maaf, masih jauh dari pengakuan persahabatan di SiIPUT. Tak tahu lagi kapan akan berkumpul bersama kembali..menceritakan kisah kita masing masing untuk saling berbagi. Ato justru mengawali kisah Baru untuk kita… terimakasih untuk semuanya Kawan. SiIPUT it’s very special for ME
Big Huge :
Rustiana Nur Khasanah, Herly Winarti,
Harisna Hikmah, Kartika Budi Astuti,
Retno Hartati, Wuri Kurniatun,
Sutarni, Dwi Kusumaningrum (bener ray o??), Dina Alfiana, Sri Septiani,
Ratna Hindria Dyah Pitaloka, Norma Prima Sari, Ikarini Wulandari, Ariyanti Rosaliani,
dan....
ada yang tak ku tahu namanya Maaaf :)








